Bungacantek's Blog

Bungacantek adalah sebuah toko bunga yang dikelola oleh Wijayanti Lestari yang terletak di jalan Setro Baru Utara IIIA/69. Disini kami menjual bunga tanam, bouquet bunga dan bunga papan dengan harga disesuaikan dengan jenis bunganya.

Untuk saat ini, kami hanya melayani untuk wilayah Surabaya dan Sidoarjo saja.

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

CARA PEMESANAN
1. Pilihlah produk yang anda inginkan melalui menu Varian Bunga dengan Products Category yang tersedia. Menu tersebut terdiri dari ‘CATEGORY‘ (misal: A. Bunga Tanam B. Bouquet Bunga C. Bunga Papan) dengan harga dibawahnya
2. Anda dapat langsung melakukan pemesanan bunga dengan datang sendiri ke toko kami, melalui telepon, sms atau bisa secara online dengan e-mail dan kemudian melakukan pembayaran secara tunai atau bisa melalui Transfer Bank  dan setelah itu  konfirmasi kepada kami setelah melakukan pembayaran melalui rekening tsb.

PEMBAYARAN MELALUI TRANSFER BANK
Rekening Bank BNI (ATM BNI)
Atas Nama : Wijayanti Lestari
Nomor Rekening :  0134768034
BNI Cabang : Unair

CARA PEMESANAN MELALUI :

  • Telepon & SMS  hubungi :    Yanti : 031 77055283  /   Edi : 081 79318410
  • E-mail :  wijayantilestari.79@gmail.com /   dhenbagus.unair@gmail.com

Bentuk – Bentuk Taman  dan Hiasannya

Rp. 500.000,-

gardenweb_Garden Galleries_1185649405758_879293_thumb_D

Rp. 300.000,-

orchid_d_01s
Keterangan : untuk pembuatan taman (mendesain bentuk taman), toko bunga kami juga bersedia membantu membuatkan sesuai dengan gambar atau sesuai permintaan pemesan dengan harga disesuaikan dengan tingkat kerumitannya.

A. Merawat Bunga

Bunga dapat tumbuh mekar bila kita rajin merawatnya. Perawatan ini tidak hanya disiram dengan air saja tetapi membutuhkan perawatan yang lebih jika bunga ingin tetap mekar, indah dan tidak layu. Berikut ini cara-cara merawat bunga:

1. Memindahkan bunga dalam Pot atau Vas

Bersihkan dahulu pot atau vas bunga, karena pot atau vas harus dalam keadaan bersih

Jika bunga ingin ditanam dalam pot, masukkan tanah dan pupuk secukupnya agar tanaman tumbuh dan berbunga. Sedangkan vas bunga hanya diisi air bersih untuk merendam bunga.

2. Menyiramnya dengan air

Akan lebih bagus jika menyiramnya dengan air hangat. Penyiraman bunga sebaiknya dilakukan setiap hari, pada pagi atau sore hari.

Pindahkan letak daun apabila menyentuh permukaan air yang ada dalam vas bunga untuk menghindari berkembangnya bakteri dalam vas.

3. Memotong ujung batang tanaman sampai runcing agar air meresap pada tanaman melalui batang.

4. Hindarkan bunga dari panas atau sinar matahari secara langsung supaya bunga tidak cepat layu atau mati

Sinar matahari yang bagus untuk tanaman bunga yaitu antara pukul 7 pagi sampai 11 siang. Setelah itu bunga sebaiknya dipindahkan ke tempat yang lebih teduh.

Jangan letakkan bunga hias anda di tempat yang langsung terkena matahari ataupun tempat yang menghasilkan panas dan kering. Hal itu dapat menyebabkan bunga menjadi layu dan kering. Simpanlah bunga tanaman hiasan pada tempat yang sejuk dengan temperatur yang seimbang

5. Hindari keseringan memegang tangkai bunga apalagi melukai dan meremas batang menggunakan gunting tumpul

Hal itu dapat menghancurkan jaringan penyerap air dan membuat bunga menjadi stres

6. Perawatan bunga harus dilakukan sejak pertama kali anda membeli bunga itu.

Harus diingat bahwa bunga hiasan tidak boleh terlalu lama hidup tanpa air

B. Penanganan  Bunga  yang Terserang Hama

Penyakit yang menyerang tanaman hias pada umumnya disebabkan oleh dua penyebab utama yaitu jamur dan bakteri. Serangan jamur lebih sering dijumpai daripada serangan bakteri. Jamur berkembang biak dan memperoleh makanan dari tanaman. Mereka mudah memperbanyak diri dengan miselium dan spora. Pencegahan serangan penyakit bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan tumbuh tanaman, media tanam yang steril dengan PH yang tepat, menjauhkan tanaman yang terserang penyakit dari tanaman yang sehat serta penyemprotan fungisida/bakterisida secara bekala dan melakukan penyemprotan pupuk  (minimal 2 kali seminggu).

A. Memilih Bunga Segar

Berikut Tips Memilih Bunga Segar :

1. Cermati bagian bawah batang bunga. Pilih bunga yang bersih bagian bawah batangnya. Jika bagian ini sudah lembek atau berbau, berarti sudah tersimpan lebih 24 jam di luar ruang pendingin.
2. Untuk bunga yang disimpan di dalam ruang pendingin, ujung batangnya biasanya bersih. Namun kita tetap bisa menerka usianya dengan memeriksa kekuatan batangnya. Pilih batang yang masih keras.
3. Beli bunga yang masih kuncup. Bunga yang telah mekar pertanda usianya sudah tinggal sedikit.
4. Sebaiknya beli bunga dalam keadaan mahkota bunga masih tertutup cone kertas atau plastik sehingga mahkota bunganya terlindung.
5. Jika jarak tempuh antara toko bunga dan rumah Anda cukup jauh, siapkan wadah berisi air sebagai tempat bunga guna mencegah kekeringan.
6. Sebelum memasukkan bunga dalam wadah, pertama-tama bersihkan batang dari daun dan duri.
7. Bersihkan juga bagian bawah batang dari lendir dan kotoran yang dapat mencemari air.
8. Saat memasukkan bunga, jangan sampai ada daun yang terendam dalam air di dalam wadah. Proses pemasakan makanan yang dilakukan oleh daun mempunyai residu berupa karbondioksida (CO2). Bila karbondioksida tersekap dalam air dan diserap oleh tanaman kembali, tentu saja akan merusak tanaman.

B. Mengenali Hama Bunga Hias

Berikut ini beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman hias beserta cara penangulangannya :

1. Kutu Putih (Mealy Bugs)
Kutu putih merupakan hama yang paling banyak ditemui menyerang tanaman hias. Kehadirannya cukup mudah dideteksi. Mereka bergerombol di batang, daun, ketiak daun, bawah daun sampai pucuk daun. Disebut kutu putih karena warnanya yang terlihat putih karena adanya semacam serbuk berwarna putih yang menyelimuti tubuhnya.

Kutu putih menghisap cairan daun, sehingga menyebabkan daun menjadi kisut. Kutu putih juga mengeluarkan semacam cairan “madu” yang lama kelamaan akan berubah menjadi jelaga berwarna hitam di permukaan daun. Selain mengakibatkan kerusakan pada tanaman, kutu putih juga bisa menularkan virus dari tanaman yang satu ke tanaman yang lain.
Cara sederhana yang sering dilakukan adalah dengan menyemprotkan larutan detergen cair dengan dosis satu sendok makan detergen cair dengan satu liter air  setelah itu disemprot dengan insektisida yang berfungsi menumpas si kutu. Insektisida yang umum digunakan seperti Decis, Curacron, Confidor, Rumba, dll dosis 2 ml/Liter. Penyemprotan insektisida bisa diulang seminggu kemudian, sampai serangan hilang.

2. Root Mealy Bugs
Root Mealy Bugs berbentuk seperti kutu putih, tetapi hidup menempel pada akar tanaman. Tanaman yang terserang akan menjadi kurus, kerdil, daun menjadi kecil dan layu. Untuk mengetahui serangan hama ini, maka perlu mencabut tanaman dari media. Penanganan yang umum dilakukan adalah dengan menyemprotkan insektisida sistemik seperti Confidor, supracide dengan dosis seperti aturan yang tertera (umumnya 2 ml/Liter). Untuk menjamin bahwa serangan root mealy bugs bisa diberantas dengan tuntas, maka perlu melakukan penggantian media tanam.

3. Ulat
Dua macam ulat yang biasa menyerang tanaman hias adalah Spodoptera yang menyerang daun dan Noctuidae yang memakan batang. Serangan spodoptera ditandai dengan adanya daun yang robek/rusak. Sedangkan serangan Noctuidae lebih sulit dideteksi, karena mereka menggorok batang tanaman dari dalam, yang bisa berakibat fatal.

Pada tahap serangan ringan, penanggulangan dengan manual, yaitu membunuh ulat yang tampak. Tetapi apabila serangan sudah mulai serius, maka digunakan insektisida seperti Decis, Confidor, Curacron, dosis 2 ml/Liter.

4. Belalang
Gejala serangan belalang hampir mirip dengan serangan Spodoptera. Belalang mempunyai kemampuan untuk berpindah kedaun atau tanaman lain dengan cepat, sehingga serangannya dengan mudah bisa berpindah-pindah.

Pada serangan ringan, penanggulangan bisa dilakukan dengan memungut dan membuang belalang yang tampak, tetapi pada serangan yang serius, maka pemakaian insektisida seperti Decis, Confidor, Curacron dll dengan dosis 2 ml/Liter tidak bisa dihindarkan.

5. Tungau (Thrips)
Tungau berbentuk seperti lintah dengan ukuran yang kecil dan melekat kuat dibalik daun serta pelepah tanaman. Thrips akan menghisap cairan tanaman sehingga akan membuat daun mengkerut, menguning, kisut dan bahkan akhirnya mati.

Pada serangan ringan, penanggulangan bisa dilakukan dengan mengerik kumpulan thrips dengan kuku atau alat lain.Tetapi pada serangan yang serius, maka digunakan insektisida seperti Decis, Confidor, Curacron dll dengan dosis 2 ml/Liter.

6. Keong Tanpa Cangkang
Hama ini berbentuk seperti siput yang berukuran kecil dan tidak mempunyai cangkang. Gejala serangan hampir mirip dengan serangan ulat atau belalang, tetapi dalam area yang lebih kecil karena pergerakan keong yang lambat. Keong tanpa cangkang aktif dimalam hari, makanya pengendalian mekanis bisa dilakukan dimalam hari. Sedangkan pengendalian secara kimia bisa dilakukan dengan aplikasi insektisida Mesurol dengan dosis 2 ml/Liter.

7. Aphid
Aphid adalah serangga kecil yang berbentuk seperti buah pear dengan warna hijau atau coklat. Aphid menghisap cairan tanaman, sehingga menyebabkan daun menjadi keriting, tanaman menjadi terhambat pertumbuhannya dan menjadi kerdil. Aphid juga mengeluarkan cairan seperti madu yang akan berubah menjadi jelaga hitam.

Pengendaliannya sama dengan hama yang lain yaitu menggunakan penyemprotan insektisida seperti Decis, Confidor, Curacron dll dengan dosis 2 ml/Liter.

8. Spider Mite
Seperti namanya hama ini adalah keluarga laba-laba yang berbentuk kecil. Spider Mite juga menghisap cairan pada tanaman. Serangan hama ini mengakibatkan daun berwarna kuning, kemudian muncul bercak-bercak pada bagian yang dihisap cairannya.

Serangan Spider mite secara besar bisa mengakibatkan daun habis dan tanaman mati. Spider mite lebih kebal terhadap insektisida. Untuk itu disarankan menggunakan akarisida seperti Kelthane sesuai dosis dikemasannya.

9. Fungus Gnats
Adalah serangga yang berbentuk seperti nyamuk berwarna hitam. Larvanya yang berbentuk seperti cacing hidup didalam media tanam dan sering makan akar halus tanaman. Fungus Gnat dewasa merusak seludang bunga, dengan gejala seranganmunculnya bintik-bintik hitam pada seludang bunga.

Pada fase masih menjadi larva, maka penanganannya dilakukan dengan menaburkan Nematisida seperti Furadan G ke media tanam. Sedangkan pada fase dewasa, dilakukan penyemprotan insektisida seperti Decis, Confidor, Curacron dll dengan dosis 2 ml/Liter.

10. Cacing
Cacing yang sering menjadi hama adalah Cacing liang (Radhopolus Similis) yang menghisap cairan pada akar tanaman. Gejala tanaman yang terserang hama ini adalah tanaman menjadi lambat tumbuh dan kerdil serta menghasilkan bunga yang kecil. Untuk mengatasinya digunakan Nematisida seperti Furadan G yang ditaburkan pada media tanam sesuai aturan yang tertera dalam kemasan.

Demikianlah sepuluh hama yang sering dijumpai menyerang tanaman hias. Tindakan terbaik adalah melakukan pencegahan sebelum hama menyerang tanaman, yaitu dengan sering mengontrol tanaman dan perkembangannya. Penggunaan media tanam yang steril serta penggantian media tanam secara terjadwal, menjaga kebersihan lingkungan tempat tanaman diletakkan, serta menjauhkan tanaman yang sudah terindikasi mendapat serangan.

Apabila serangan hama sudah terjadi, untuk skala serangan awal, cara manual / mekanis lebih dianjurkan. Sedangkan apabila serangan sudah memasuki tahap serius, maka penggunaan insektisida, akarisida dan nematisida tidak terelakkan lagi. Dosis yang dianjurkan adalah seperti yang tertera pada kemasan, atau umumnya bisa menggunakan dosis 2 ml/Liter untuk yang berbentuk cair. Dan dosis 2 Gr/Liter untuk yang berbentuk powder. Sedangkan Nematisida seperti Furadan G yang berbetuk butiran disesuaikan dengan lebar dan volume pot/media tanam.